Posts Tagged ‘Putu Adi Widiantara’

The OUTCAST, FINALLY….

page-11

Once I called him the OUTCAST, after had a hard times being a ‘rebel’ of thoughts and visions in his own ‘established pattern’ of college atmosphere and mind setting. Finally, he made his way to passed through all the hard ways and difficulties. HE GOT GUTS!!

 

…….Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau….berbeda

(excerpt from : Filosofi Kopi,by Dewi Lestari)

 

Congratulation! you have won the war, to yourself and believe…. it is time to move on!

The above graphical image designed by Putu Adi Widiantara for “Yoka Sara Presentation at Pecha Kucha Night #1 ” in Bali

Posted: October 8th, 2009
Categories: my thoughts, my words
Tags: Dewi Lestari, Filosofi Kopi, Putu Adi Widiantara, The OUTCAST
Comments: No Comments.

A LETTER from THE OUTCAST

dengan hormat,

Terima kasih,pak agung, sudah memberikan saya kesempatan dan waktu untuk melanjutkan studi saya yang sangat membosankan, terima kasih juga untuk kesempatannya untuk bisa bergabung dengan Bale Legend Crew. Sebenarnya, dengan sangat berat hati harus meninggalkan kantor untuk kembali ke kampus,(meskipun dalam waktu 2 bulan), tempat yang sangat asing untuk saya. Tapi, karena desakan dan tanggung jawab kepada orang tua, mau tidak mau saya harus menuruti keinginan mereka, untuk “membayar hutang” orang tua.

Ada banyak hal yang saya dapatkan jauh sebelum saya bergabung dengan team Bale Legend, sejak pertama kali saya mengenal seorang arsitek besar yang pernah dimiliki oleh Negeri ini………beliau mengajarkan bagaimana menjadi diri sendiri, mengajarkan bagaimana mencari jalan untuk mengetahui siapa diri saya sebenarnya………mengajarkan saya tentang sebuah makna dari “Turbulensi”, “rebelution”….dan banyak lagi……….kampus tidak mampu mengajarkan itu, tempat dimana saya tidak menemukan dunia saya, tempat yang mengganggap saya mahluk asing. Sekarang akhirnya mimpi saya menjadi kenyataan, saya bisa bergabung dengan team beliau, Anak Agung Yoka Sara.(saya sangat mengagumi beliau)

Ada satu tulisan yang pernah saya baca, dan saya tidak bosan untuk membacanya setiap hari………..satu tulisan yang mengajarkan kita untuk memilih berbeda dari yang lainnya…….(semoga Pak Agung menyukainya )

Salju Gurun

Di Hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir.

Sekalipun nyaman engkau di tengah himpitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus.

Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar dimana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase.

Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi.

Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melawatimu, oase akan jengah dan kaktuspun terperangah.

Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau….berbeda

(excerpt from : Filosofi Kopi,by Dewi Lestari)

Yoka Sara feat. Miar Kusuma – Guest Speaker Invitation for 3Form Gathering, June 13th 2009

0102040506070809101112131415161718192021222324

Presentation Material pesented by Miar Kusuma, Interior Architect of PT. Bale Legend

Presentation Material prepared by  Putu Adi Widiantara

YOKA SARA, A Portrait of the OUTCAST

We received a job applicant letter through email just about at the beginning of this month from Putu Adi Widiantara( we met a few times before). Find his work Portfolio, what he can achieved at his age, amazing. I reply with my compliments  with no time.

003

004

001

007

002

ext-03-copy

It took me several days to find a perfect time and of course my mood for an interview session, to get to know him closer. At the end of last week, I decided to involve him on our site visit for a new project somewhere in Berawa, Badung bali. Moreover, at the same time I could build an indirect interview, a communication with no boundaries.

Hear This….

I failed to pass my final exam because I refused to ignore to what I believe…..

Sometime the way you think and your Vision too far different to others. Architecture is not about right or wrong. Its a Vision. Its a cause and consequence. To speak OUT on what you believe. To show your Depth. Its a learning curve and Infinite Pursuit.

But you always have to choose and made up you mind, as life is all about. I see my self…

So, before you start to joint us on Friday,

Hear this….

-return-to-innocence

Excerpt from Return to innocence -ENIGMA

That’s not the beginning of the end

That’s the return to yourself

The return to innocence.

Love – Devotion Feeling – Emotion
Love – Devotion Feeling – Emotion

Don’t be afraid to be weak

Don’t be too proud to be strong
Just look into your heart my friend
That will be the return to yourself

The return to innocence.

If you want, then start to laugh

If you must, then start to cry

Be yourself don’t hide

Just believe in destiny.
Don’t care what people say

Just follow your own way

Don’t give up and use the chance

To return to innocence………

Posted: April 16th, 2009
Categories: my perspective, my words
Tags: enigma, Infinite Pursuit, outcast, Putu Adi Widiantara, Return to innocence
Comments: 1 Comment.
4 visitors online now
0 guests, 4 bots, 0 members
Max visitors today: 6 at 03:41 pm HKT
This month: 7 at 02-04-2012 06:27 pm HKT
This year: 7 at 02-04-2012 06:27 pm HKT
All time: 153 at 12-13-2010 06:04 pm HKT