
Once I called him the OUTCAST, after had a hard times being a ‘rebel’ of thoughts and visions in his own ‘established pattern’ of college atmosphere and mind setting. Finally, he made his way to passed through all the hard ways and difficulties. HE GOT GUTS!!
…….Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.
Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau….berbeda
(excerpt from : Filosofi Kopi,by Dewi Lestari)
Congratulation! you have won the war, to yourself and believe…. it is time to move on!
The above graphical image designed by Putu Adi Widiantara for “Yoka Sara Presentation at Pecha Kucha Night #1 ” in Bali
dengan hormat,
Terima kasih,pak agung, sudah memberikan saya kesempatan dan waktu untuk melanjutkan studi saya yang sangat membosankan, terima kasih juga untuk kesempatannya untuk bisa bergabung dengan Bale Legend Crew. Sebenarnya, dengan sangat berat hati harus meninggalkan kantor untuk kembali ke kampus,(meskipun dalam waktu 2 bulan), tempat yang sangat asing untuk saya. Tapi, karena desakan dan tanggung jawab kepada orang tua, mau tidak mau saya harus menuruti keinginan mereka, untuk “membayar hutang” orang tua.
Ada banyak hal yang saya dapatkan jauh sebelum saya bergabung dengan team Bale Legend, sejak pertama kali saya mengenal seorang arsitek besar yang pernah dimiliki oleh Negeri ini………beliau mengajarkan bagaimana menjadi diri sendiri, mengajarkan bagaimana mencari jalan untuk mengetahui siapa diri saya sebenarnya………mengajarkan saya tentang sebuah makna dari “Turbulensi”, “rebelution”….dan banyak lagi……….kampus tidak mampu mengajarkan itu, tempat dimana saya tidak menemukan dunia saya, tempat yang mengganggap saya mahluk asing. Sekarang akhirnya mimpi saya menjadi kenyataan, saya bisa bergabung dengan team beliau, Anak Agung Yoka Sara.(saya sangat mengagumi beliau)
Ada satu tulisan yang pernah saya baca, dan saya tidak bosan untuk membacanya setiap hari………..satu tulisan yang mengajarkan kita untuk memilih berbeda dari yang lainnya…….(semoga Pak Agung menyukainya )
Salju Gurun
Di Hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir.
Sekalipun nyaman engkau di tengah himpitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang
Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus.
Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar dimana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.
Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase.
Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.
Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi.
Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melawatimu, oase akan jengah dan kaktuspun terperangah.
Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.
Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau….berbeda
(excerpt from : Filosofi Kopi,by Dewi Lestari)